Benahi Hal - Hal ini Sebelum Anda Minta Dinikahi


Pertanyaan ini sudah beberapa kali lewat dan melibatkan di kepala. Apalagi saat ada teman atau kerabat yang bertanya "Bila nikah?" atau lihat teman yang rata-rata sudah berkeluarga, rasanya kamu ingin segera minta dilamar oleh dia. Tapi namanya juga pria, ada rasa sungkan sekaligus gengsi jika bertanya langsung persoalan seperti ini. Paling banter kamu cuma bisa memberi kode-kode saja.Tapi sayangnya, kode yang kamu lontarkan tak selalu dapat dipahami oleh dia. Buatmu mau tak mau harus menunggu lagi. Tapi alih-alih hanya menunggu tanpa berbuat sesuatu atau usaha. Kenapa tak mencoba menilai dirimu sendiri, lihat bagian mana yang kurang dan perlu diselesaikan. Sebab kadang kesiapan dirimu lah yang menentukan kapan lamaran itu datang.

1. Mengatur emosi biar nggak gampang ngambek atau marah, kan jadi istri sekaligus ibu harus penuh kesabaran

perempuan memang punya emosi yang lebih stabil dari pada Pria. Apalagi saat PMS datang, sedih, gembira dan marah dapat berganti hanya dalam hitungan jam bahkan saat . memang emosi pun sesuatu yang tak dapat dipisahkan dari diri manusia. Tapi harusnya sudah sejak awal kamu paham, jika kelak menjadi istri sekaligus ibu mengharuskanmu lebih sabar dan tabah. kamu tak bisa seperti sekarang yang ngambek atau marah karena hal sepele seperti saat cowokmu lewat membalas pesan.Paling tidak mulai saat ini kamu perlahan-lahan belajar mengontrol emosi. saat kesal dengan apa usahakan tak langsung marah-marah. mungkin kamu bisa menenangkan kekesalanmu dengan melakukan kegiatan lain. bisa juga dengan mengungkapkan segala uneg-uneg itu, tapi secara tenang dan lebih baik. Sebab kelak kamu tak bisa marah-marah atau sewenang-wenang ngambek di depan anakmu.

2. Biar nggak selalu tergantung pada suami, sejak awal kamu harus terus belajar mandiri

Adanya pasangan memang untuk diajak berbagi banyak hal. Tapi berbagi di sini bukan berarti sebentar-sebentar meminta bantuan. Masa iya sekedar pergi kerja saja harus selalu dikirim. Padahal sebelum ada pasangan biasanya mampu untuk pergi atau melakukan apa-apa sendiri.Seharusnya ada atau tidak ada pasangan kamu tetap harus mandiri. Anda harus memilah mana yang bisa dikerjakan sendiri, dengan mana yang memang harus bantuan seseorang untuk menyelesaikannya. Sebab kelak menjadi istri sekaligus ibu mengharuskanmu bisa melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Mengingat kamu tak bisa selalu tergantung kepada suamimu yang juga punya kesibukan. Bukankah membangun rumah tangga butuh kerja sama?

3. Jangan cuma penampilan yang dijaga, tapi jaga juga tingkah laku atau sikap di setiap kamu berada

Memperbaiki dan menjaga penampilan untuk pasangan memang perlu. Tapi percuma saja kalau kamu masih suka nyinyir atau membicarakan orang lain, masih suka bersikap sesuka hati sendiri , bahkan memandang orang dengan sebelah mata. Sementara kelak kamu akan jadi ikutan untuk anak-anakmu. Apa iya kamu ingin anakmu bersikap buruk seperti melawan atau mengacuhkanmu? kamu pun perlu tahu, perilaku dan sikapmu ini juga yang jadi patokan dewasa atau tidaknya dirimu.Jadi sebelum kamu terlanjur berumah tangga dan menjadi ibu, tapi masih belum bisa bersikap atau berperilaku lebih baik. Bukankah momen penantian lamaran dari dia ini bisa kamu manfaatkan untuk memperbaikinya?

4. membenahi keterampilan atau pengetahuan yang dipunya, sebagai bekal mengajar anak-anakmu nantinya

Coba deh kamu ingat lagi, dulu sewaktu kecil kepada ibu lah dirimu bertanya segala macam hal yang asing di telinga dan pikiran. kepada ibu juga lah kamu selalu meminta bantuan untuk mengerjakan sesuatu yang belum kamu pahami dan dapat lakukan. Iya sosok ibu memang jadi sekolah pertama untuk anak-anaknya. oleh karena itu, kamu sebagai calon ibu sedari sekarang juga perlu membenahi keterampilan atau pengetahuan yang dirimu.kamu harus tahu bagaimana cara menjelaskan sesuatu yang baik dan mudah dipahami oleh anak-anak. kamu harus paham apa saja yang diperlukan anakmu dalam masa pertumbuhan di setiap tahunnya. Paling tidak kamu punya dasar yang bisa jadi bekal untuk mengajar anak-anakmu nantinya.

5. Jangan malas bangun pagi, dan jangan segan mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, masak atau mencuci

Anak gadis kok bangunnya siang.
Rasanya kalimat itu sudah tak asing lagi untukmu. Bukan tanpa alasan juga orang tuamu mengatakan itu. Selain keharusan bangun pagi, kamu pun pasti sudah sering dinasihati untuk tidak malas mengerjakan pekerjaan rumah. Paling tidak kamu bisa mencuci pakaian kamu sendiri, menyapu dan mengepel lantai, atau masak. Karena nantinya semua urusan rumah memang akan ada di dalam tanganmu. sekalipun kamu punya pembantu rumah tangga, tetap saja kamu harus turun tangan untuk memastikan semuanya baik untuk keluarga kecilmu.
Jadi sekarang kamu sudah bisa bangun pagi dan mau mengerjakan pekerjaan rumah atau belum?

6. Sebab jadi istri mengharuskanmu bisa selalu menyeimbangkan diri dengan suami

tak juga dilamar bukan berarti cowokmu ini tak sayang dan serius dengan kamu. bisa jadi dia memang sengaja menunda lamaran karena memang ingin melihat seberapa jauh usahamu untuk membenahi diri. dia ingin bukan hanya dirinya yang siap menjalani bahterah rumah tangga, tapi juga kamu sebagai patner hidupnya. diam-diam dia juga berharap kamu bisa jadi pasangan yang toleran dengannya. mengimbangi dalam artian bisa menempatkan diri baik kepadanya atau lingkungan di sekitar kalian.jadi urusan cepat atau tidaknya kamu menikah ada di tangan sendiri juga. Kesediaan dirimu jadi salah satu faktor yang tak bisa diremehkan. Siapa tahu kalau kamu giat berbenah diri, bulan depan, atau beberapa bulan lagi dia akan melamarmu.